Mengenang Warkop DKI lewat Gelak Tawa: Agenda Nobar Seru ExSosat ILUNI 34'85 di Blok M Square

Terkini 18 Jun 2026 17:33 4 min read 34 views By Ginandjar

Share berita ini

Mengenang Warkop DKI lewat Gelak Tawa: Agenda Nobar Seru ExSosat ILUNI 34'85 di Blok M Square
Dipimpin Neni Sri Handayani, para sahabat Ex 3 IPS-1 Nonton Bareng di Cinema 21 Mal Blok M. Sebuah film komedi terbaru yang menampilkan aksi Desta, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro, sukses mengocok perut dan menjadi hiburan yang menyegarkan bagi para alumni.

Siang itu, keceriaan pecah di lantai 5 Blok M Square. Para sahabat yang tergabung dalam ExSosat (Ex Sosial Satu) ILUNI 34'85, dipimpin oleh Neni Sri Handayani bersama kawan-kawan, tak menyangka jika agenda nonton bareng (nobar) kali ini bakal mengocok perut. Menyaksikan film komedi-horor terbaru yang menghidupkan kembali trio legendaris Warkop DKI—kali ini diperankan secara apik oleh Desta, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro—rombongan alumni ini dibuat terpingkal-pingkal hampir sepanjang durasi film.

 

Keseruan sebenarnya sudah dimulai sejak pukul 11.30 WIB saat mereka berkumpul di gerai KFC. Sejak awal, Sri Neni alias Bu Nen sudah mewanti-wanti para sahabatnya agar sepakat memilih film komedi murni. Ia menghindari film horor ataupun drama cengeng yang mengharukan biru—jenis film yang katanya kerap membuat ketagihan. Usulan Bu Nen langsung diamini oleh Afrah yang memang dikenal sangat anti film horor.

 

"Aku bisa tidak tidur semalaman kalau nonton film horor, suka kebayang-bayang terus dan mengganggu waktu istirahat. Apalagi ini malam Jumat, hiiiii," seloroh Afrah sambil menampilkan gestur merinding ketakutan, yang langsung disambut tawa rekan-rekan lainnya.

 

Berawal dari Silaturahmi Gandul

Program nobar ExSosat ini sebenarnya sudah dirancang beberapa waktu lalu, tepatnya usai pertemuan silaturahmi di kediaman Hj. Diah S. Hariastuti di kawasan Gandul, Cinere. Ide segar ini dicetuskan oleh Wakil Ketua ILUNI 34'85, M. Ikhwanul. Pria yang akrab disapa Bang Iwan ini ingin mengajak kawan-kawan lamanya mencari hiburan yang menyegarkan untuk mengisi hari tua.

 

Maklum, rata-rata usia para personel ExSosat kini sudah di atas 60 tahun. Memasuki fase lansia dan mayoritas sudah tidak lagi aktif bekerja, momen berkumpul seperti ini menjadi obat awet muda yang sangat berharga.

 

Tawaran dari Bang Iwan pun disambut penuh antusias. Sayangnya, dua anggota yang semula dikonfirmasi hadir, yakni Neni Alamanda dan Herlin, terpaksa batal menyusul. Neni Alamanda tengah kurang fit karena sariawan sekaligus harus menyambut kedatangan adiknya yang jauh-jauh datang dari Kota Jambi. Sementara itu, Herlin tidak bisa hadir karena ponselnya tidak aktif saat dihubungi berkali-kali oleh Bu Nen.

 

Hangatnya Kebersamaan sebelum Layar Terkembang

Sebelum sekuel komedi dimulai, pertemuan diawali dengan ibadah dan makan bersama. Usai menunaikan shalat dzuhur berjamaah di Masjid Blok M Square Lantai 6, rombongan meluncur ke Kedai Solaria.

 

Sajian yang dipesan sangat beragam sesuai selera masing-masing, mulai dari mi goreng, nasi goreng, capcay, hingga ayam mentega. Semua menu terasa pas dan menggugah selera. Menariknya, karena porsi Solaria terkenal cukup besar dan mengenyangkan, beberapa di antaranya memilih membungkus sisa makanan untuk dibawa pulang ke rumah.

 

Tepat pukul 14.15 WIB, tirai bioskop dibuka dan pertunjukan pun dimulai. Rombongan yang terdiri dari Ikhwanul, Diah, Euis, Afrah, Dian, Aa Gyn, dan Sigit langsung mengambil posisi duduk ternyaman. Mereka tidak menyangka bahwa film ini akan sekocak itu, meski sempat terkejut karena ternyata ada unsur horor di dalamnya. Beruntung, alih-alih mencekam, porsi horornya justru kalah telak oleh rentetan komedi segar yang membuat seisi teater dipenuhi gelak tawa.

 

Totalitas Desta yang Menghidupkan Karakter Dono

Apresiasi tertinggi dari rombongan ExSosat siang itu jatuh kepada Desta. Bang Iwan bahkan mengaku tak mampu menahan tawa setiap kali akting melihat Desta yang memerankan tokoh Dono lengkap dengan ciri khas mulut monyongnya. Di antara pemeran utama ketiga, Desta dinilai paling total, menjiwai, dan sangat mirip dengan almarhum Dono yang asli.

 

Hampir seluruh rombongan—Neni, Diah, Afrah, Dian, Euis, dan Sigit—seolah tidak diberi jeda untuk berhenti tertawa. Mereka memuji totalitas Desta dalam meniru gestur, intonasi, hingga ekspresi mikro sang komedian legendaris. Karakter Dono terasa “hidup kembali” secara natural, tanpa kesan impersonasi yang berlebihan atau dipaksakan.

 

Meski Desta mencuri perhatian, bukan berarti Tora Sudiro (Indro) dan Vino G. Bastian (Kasino) tampil biasa saja. Ketiganya dinilai berhasil membangun chemistry dan interaksi yang organik, sehingga dinamika khas Dono-Kasino-Indro tetap hidup dan terasa magis meski dimainkan oleh generasi yang berbeda.

 

Dari segi cerita, tema yang diangkat pun sangat kekinian dan relevan dengan zamannya. Candaan seputar media sosial, konten viral, hingga budaya internet membuat film ini terasa segar dan mudah dinikmati. Catatan kecil mungkin hanya terletak pada genre transisi yang bergerak dari komedi ke horor, lalu melompat ke misteri, sehingga sebagian penonton merasakan alurnya tidak semulus film komedi murni.

 

Namun secara keseluruhan, agenda hari itu sukses besar menorehkan senyum di wajah para alumni. Rombongan pun tak lupa menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada sang fasilitator.

 

"Terima kasih banyak Bang Iwan yang sudah memfasilitasi kami semua, mulai dari makan siang yang kenyang, tiket film, sampai ditutup dengan ngopi enak di Kopi Oey. Mudah-mudahan Allah SWT membalas kebaikan ini dengan rezeki yang berkah dan terus bertambah," pungkas mereka penuh rasa syukur.(Ginandjar)

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Petewere News